~ Lambang Unsur
Untuk menyatakan komposisi zat-zat dan menggambarkan perubahan-perubahan kualitatif dan kuantitatif yang terjadi sewaktu kimia ,secar tepat,singkat,dan langsung kita gunakan lambang-lambang kimia dan rumus-rumus kimia . Mengikuti rekomendasi Berzelius (1811) : Lambang unsur kimia dibentuk dari huruf pertama nama internasional (latinnya) dan kebanyakan unsur dsiertai huruf kedua yang terdapat dalam nama yang sama . Huruf pertamanya ditukis dengan huruf kapital . Seperti : O ( oksigen ,oxigenium ) , H (hidrogen ,hydrogenium) , C (karbon,carbonium) , Ca (kalsium,calcium) dan sebagainya . Lambang unsur menyatakan 1 atom unsur itu atau yang lebih spesifik menyatakan 1 gramatom . Jadi misalnya , C menyatakan 1 atom unsur karbon atau 1 gramatom (12.011 gr)karbon .
~ Rumus Empiris
Untuk menyatakn komposisi bahan yang molekul-molekulnya terdiri dari atom-atom yang lebih banyak diapakai rumus empiris. Ini terdiri dari lambang unsur-unsur yang membentuk zat tersebut . Misalnya , molekul-molekul karbondioksida terbentuk dari satu atom karbon dan dua atom oksigen , maka rumus empirisnya adalah CO2 . Untuk zat-zat anorganik ,umumnya lambang logam (metal) atau lambang hidrogen ditulis paling pertama diikuti dengan nonlogam (metaloid) dan akhirnya oksigen . Dalam rumus zat-zat organik urut-urutan yang umum berlaku yaitu C,H,O,N,S,P.
Penentuan rumus empiris suatu senyawa dapat dilakukan secara eksperimen , dengam menentukan persentase jumlah unsur-unsur yang terdapat dalam zat itu ,memakai metode analis kimia kuantitatif.
Jika rumus empiris suatu senyawa diketahui dapat ditarik kesimpulan tentang sifat fisika dan kimia zat itu ,yaitu sebagai berikut :
a. Dari rumus empiris suatu senyawa dapat dilihat unsur-unsur apa yang dikandung oleh senyawa itu dan berapa atom dari masing-masing unsur membentuk molekul senyawa itu .Misalnya , asam klorida (HCl) mengandung hidrogen dan klor ,dalam molekulnya terdapat satu atom hidrogen dan satu atom klor.
b. Massa molekul relatif dapat ditentukan hanya dengan menjumlahkan massa atom relatif dari unsur-unsur yang membentuk senyawa itu . Dalam penjumlahan perlu diperhatikan , bahwa massa atom relatif harus dikalikan dengan bilangan yang menunjukan jumlah atom-atomnya dalam molekul itu .
Jadi ,massa molekul relatif asam klorida (HCL) dihitung sebagai berikut :
Mr = 1.0080 + 35.453 = 36.4610
c. Berdasarkan rumus empiris kita dapat dengan mudah menghitung jumlah relatif unsur-unsur yang terdapat dalam senyawa atau komposisi presentase zat itu . Untuk perhitungan-perhitungan demikian , massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan harus digunakan . Jadi dalam asam klorida (HCL) ,jumlah relatif hidrogen dan klor adalah :
H : Cl = 1.0080 : 35.453 = 1.0000 : 35.172
dan karena massa molekul relatif asam klorida adalah 36.461 zat itu mengandung :
100 x 1.008 / 36.461 = 2.67 % H
100 x 35.453 / 36.461 = 97.24 % Cl
d. Jika rumus diketahui yang tentunya berarti bahwa massa molekul relatif tersedia , dapat kita hitung volume suatu zat berbentuk gas yang jumlahnya diketahui , pada suhu dan tekanan tertentu .Jika p adalah tekanan dalam atmosfer T adalah suhu mutlak dalam derajat kelvin ; M adalah massa molekul relatif zat dalam satuan g mol-1 dan m dalah bobot gas, dalam gram ; maka volume gas (v) adalah :
v = mRT / pM x l
dimana R adalah tetapan gas 0.0823 l atm K-1 mol-1 ( gas yang dimaksud dianggap gas ideal ) .
~Valensi dan Bilangan Oksidasi
Untuk mengerti komposisi senyawa-senyawa dan struktur molekul-molekul, konsep valensi memainkan peranan penting . Untuk lebih mengerti marilah kita liat beberpa senyawa sederhana yang mengandung hidrogen , contohnya : hidrogen klorida (HCL) , hidrogen bromida (HBr) , hidrogen iodida (HI) . Dengan membanding-bandingkan rumus ini akan terlihat bahwa satu atom dari sebagian unsur ( Cl, Br, dan I ) akan mengikat satu atom hidrogen untuk membentuk suatu senyawa yang stabil sedang yang lainnya bergabung dengan dua atom (O,S) , tiga atom (N,P) dan bahkan empat atom (C,Si) . Jumlah ini yang menyatakan salah satu ciri khas kimia yang paling penting dari unsur itu , disebut valensi .
Maka dapat dikatakan bahwa klor , brom , dan iod adalah unsur-unsur monovalen . Oksigen dan belerang adalah unusr-unsur bivalen . Nitrogen dan fosfor merupakan unsur trivalen . Karbon dan silikon unsur tetravalen dan seterusnya . Hidrogen sendiri dalah unsur monovalen .
Valensi suatu unsur dapat ditetapkan dari komposisi senyawanya dengan hidrogen . Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa valensi suatu unsur adalah bilangan yang menyatakan berapa banyak atom hidrogen atau atom-atom lain yang ekuivalen dengan hidrogen , dapat bersenyawa dengan satu atom dari unsur yang bersangkutan . Jika perlu valensi unsur itu ditandai dengan angka romawi dibelakang lambangnya , seperti Cl (I), Br (II) , N (III) .
~ Persamaan Kimia
Hubungan -hubungan kualitatif dan kuantitatif yang terlibat dalam suatu reaksi kimia dapat dinyatakan paling tepat dalam bentuk persamaan kimia . Persamaan ini mengandung rumus dari zat-zat yang bereaksi pada sisi sebelah-kiri dan rumus dari hasil-hasil reaksinya pada sisi sebdelah-kanan . Bila menulis persamaan kimia ,hendaklah diperhatikan hal-hal dibawah ini :
a) Karena rumus dari spesi yang bereaksi berada disebelah kiri dan rumus dari hasil-hasil reaksinya ada disisi kanan , sisi-sisi ini umumnya tak dapat dipertukarkan satu sama lain .
b) Rumus masing-masing zat , yang dipakai dalam reaksi kimia , harus ditulis dengan benar .
c) Jika lebih dari satu molekul (atom atau ion ) dari zat yang sama terlibat dalam reaksi itu , suatu bilangan stoikiometri yang sesuai harus dituliskan dimuka rumusnya . Bilangan ini merupakan faktor kelipatan yang berlaku untuk semua atom dalam rumus itu .
d) Persamaan kimia harus ditulis sedemikian , sehingga memenuhi hukum kekekalan massa ,yang benar-benar berlaku untuk semua reaksi kimia. Persamaan harus setimbang dengan memakai bilangan-bilangan stoikiometri begitu rupa sehingga jumlah dari masing-masing atom adalah sama pada kedua sisi .
e) Jika partikel-partikel bermuatan (ion atau elektron ) terlibat dalam reaksi ,muatan ini harus ditunjukan dengan jelas seperti Fe3+ dan benar-benar harus setimbang : jumlah muatan pada sisi kiri harus sama dengan jumlah muatan pada sisi kanan .
identifikasi buku
~isi buku : bab 1 tentang dasar-dasar teoritis analisis kualitatif bagian A yaitu rumus kimia dan persamaan kimia
~halaman buku : halaman 1 sampai 6
~judul buku : vogel ( buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semimikro )
edisi ke lima
~judul asli buku : textbook of macro and semimikro qualitatif inorganic analysis
~direvisi oleh : G. Svehla, Ph.D.,D.Sc.,F.R.I.C.
Universitas Queen, Belfast
~diterjemahkan oleh : Ir. L. Setiono
Dr. A. Hadyana Pudjaatmaka
~penyunting : Dr. A. Hadyana P.
dr. E. Nugroho
~penerbit : PT. Kalma Media Pusaka , Jakarta
cetakan petama : April 1985
cetakan kedua : Maret 1990
selamat membaca :)
Jadi ,massa molekul relatif asam klorida (HCL) dihitung sebagai berikut :
Mr = 1.0080 + 35.453 = 36.4610
c. Berdasarkan rumus empiris kita dapat dengan mudah menghitung jumlah relatif unsur-unsur yang terdapat dalam senyawa atau komposisi presentase zat itu . Untuk perhitungan-perhitungan demikian , massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan harus digunakan . Jadi dalam asam klorida (HCL) ,jumlah relatif hidrogen dan klor adalah :
H : Cl = 1.0080 : 35.453 = 1.0000 : 35.172
dan karena massa molekul relatif asam klorida adalah 36.461 zat itu mengandung :
100 x 1.008 / 36.461 = 2.67 % H
100 x 35.453 / 36.461 = 97.24 % Cl
d. Jika rumus diketahui yang tentunya berarti bahwa massa molekul relatif tersedia , dapat kita hitung volume suatu zat berbentuk gas yang jumlahnya diketahui , pada suhu dan tekanan tertentu .Jika p adalah tekanan dalam atmosfer T adalah suhu mutlak dalam derajat kelvin ; M adalah massa molekul relatif zat dalam satuan g mol-1 dan m dalah bobot gas, dalam gram ; maka volume gas (v) adalah :
v = mRT / pM x l
dimana R adalah tetapan gas 0.0823 l atm K-1 mol-1 ( gas yang dimaksud dianggap gas ideal ) .
~Valensi dan Bilangan Oksidasi
Untuk mengerti komposisi senyawa-senyawa dan struktur molekul-molekul, konsep valensi memainkan peranan penting . Untuk lebih mengerti marilah kita liat beberpa senyawa sederhana yang mengandung hidrogen , contohnya : hidrogen klorida (HCL) , hidrogen bromida (HBr) , hidrogen iodida (HI) . Dengan membanding-bandingkan rumus ini akan terlihat bahwa satu atom dari sebagian unsur ( Cl, Br, dan I ) akan mengikat satu atom hidrogen untuk membentuk suatu senyawa yang stabil sedang yang lainnya bergabung dengan dua atom (O,S) , tiga atom (N,P) dan bahkan empat atom (C,Si) . Jumlah ini yang menyatakan salah satu ciri khas kimia yang paling penting dari unsur itu , disebut valensi .
Maka dapat dikatakan bahwa klor , brom , dan iod adalah unsur-unsur monovalen . Oksigen dan belerang adalah unusr-unsur bivalen . Nitrogen dan fosfor merupakan unsur trivalen . Karbon dan silikon unsur tetravalen dan seterusnya . Hidrogen sendiri dalah unsur monovalen .
Valensi suatu unsur dapat ditetapkan dari komposisi senyawanya dengan hidrogen . Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa valensi suatu unsur adalah bilangan yang menyatakan berapa banyak atom hidrogen atau atom-atom lain yang ekuivalen dengan hidrogen , dapat bersenyawa dengan satu atom dari unsur yang bersangkutan . Jika perlu valensi unsur itu ditandai dengan angka romawi dibelakang lambangnya , seperti Cl (I), Br (II) , N (III) .
~ Persamaan Kimia
Hubungan -hubungan kualitatif dan kuantitatif yang terlibat dalam suatu reaksi kimia dapat dinyatakan paling tepat dalam bentuk persamaan kimia . Persamaan ini mengandung rumus dari zat-zat yang bereaksi pada sisi sebelah-kiri dan rumus dari hasil-hasil reaksinya pada sisi sebdelah-kanan . Bila menulis persamaan kimia ,hendaklah diperhatikan hal-hal dibawah ini :
a) Karena rumus dari spesi yang bereaksi berada disebelah kiri dan rumus dari hasil-hasil reaksinya ada disisi kanan , sisi-sisi ini umumnya tak dapat dipertukarkan satu sama lain .
b) Rumus masing-masing zat , yang dipakai dalam reaksi kimia , harus ditulis dengan benar .
c) Jika lebih dari satu molekul (atom atau ion ) dari zat yang sama terlibat dalam reaksi itu , suatu bilangan stoikiometri yang sesuai harus dituliskan dimuka rumusnya . Bilangan ini merupakan faktor kelipatan yang berlaku untuk semua atom dalam rumus itu .
d) Persamaan kimia harus ditulis sedemikian , sehingga memenuhi hukum kekekalan massa ,yang benar-benar berlaku untuk semua reaksi kimia. Persamaan harus setimbang dengan memakai bilangan-bilangan stoikiometri begitu rupa sehingga jumlah dari masing-masing atom adalah sama pada kedua sisi .
e) Jika partikel-partikel bermuatan (ion atau elektron ) terlibat dalam reaksi ,muatan ini harus ditunjukan dengan jelas seperti Fe3+ dan benar-benar harus setimbang : jumlah muatan pada sisi kiri harus sama dengan jumlah muatan pada sisi kanan .
identifikasi buku
~isi buku : bab 1 tentang dasar-dasar teoritis analisis kualitatif bagian A yaitu rumus kimia dan persamaan kimia
~halaman buku : halaman 1 sampai 6
~judul buku : vogel ( buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semimikro )
edisi ke lima
~judul asli buku : textbook of macro and semimikro qualitatif inorganic analysis
~direvisi oleh : G. Svehla, Ph.D.,D.Sc.,F.R.I.C.
Universitas Queen, Belfast
~diterjemahkan oleh : Ir. L. Setiono
Dr. A. Hadyana Pudjaatmaka
~penyunting : Dr. A. Hadyana P.
dr. E. Nugroho
~penerbit : PT. Kalma Media Pusaka , Jakarta
cetakan petama : April 1985
cetakan kedua : Maret 1990
selamat membaca :)











