Sabtu, 21 Januari 2012

Dasar-dasar Teoritis Analisis Kualitatif

A. Rumus kimia dan Persamaan Kimia

~ Lambang Unsur
   Untuk menyatakan komposisi zat-zat dan menggambarkan perubahan-perubahan kualitatif dan kuantitatif yang terjadi sewaktu  kimia ,secar tepat,singkat,dan langsung kita gunakan lambang-lambang kimia dan rumus-rumus kimia . Mengikuti rekomendasi Berzelius (1811) : Lambang unsur kimia dibentuk dari huruf pertama nama internasional (latinnya) dan kebanyakan unsur dsiertai huruf kedua yang terdapat dalam nama yang sama . Huruf pertamanya ditukis dengan huruf kapital . Seperti : O ( oksigen ,oxigenium ) , H (hidrogen ,hydrogenium) , C (karbon,carbonium) , Ca (kalsium,calcium) dan sebagainya . Lambang unsur menyatakan 1 atom unsur itu atau yang lebih spesifik menyatakan 1 gramatom . Jadi misalnya , C menyatakan 1 atom unsur karbon atau 1 gramatom (12.011 gr)karbon . 

Rumus Empiris
  Untuk menyatakn komposisi bahan yang molekul-molekulnya terdiri dari atom-atom yang lebih banyak diapakai rumus empiris. Ini terdiri dari lambang unsur-unsur yang membentuk zat tersebut . Misalnya , molekul-molekul karbondioksida terbentuk dari satu atom karbon dan dua atom oksigen , maka rumus empirisnya adalah CO2 . Untuk zat-zat anorganik ,umumnya lambang logam (metal) atau lambang hidrogen ditulis paling pertama diikuti dengan nonlogam (metaloid) dan akhirnya oksigen . Dalam rumus zat-zat organik urut-urutan yang umum berlaku yaitu C,H,O,N,S,P.
    Penentuan rumus empiris suatu senyawa dapat dilakukan secara eksperimen , dengam menentukan persentase jumlah unsur-unsur yang terdapat dalam zat itu ,memakai metode analis kimia kuantitatif.
Jika rumus empiris suatu senyawa diketahui dapat ditarik kesimpulan tentang sifat fisika dan kimia zat itu ,yaitu sebagai berikut :
a. Dari rumus empiris suatu senyawa dapat dilihat unsur-unsur apa yang dikandung oleh senyawa itu dan berapa atom dari masing-masing unsur membentuk molekul senyawa itu .Misalnya , asam klorida (HCl) mengandung hidrogen dan klor ,dalam molekulnya terdapat satu atom hidrogen dan satu atom klor.
b. Massa molekul relatif dapat ditentukan hanya dengan menjumlahkan massa atom relatif dari unsur-unsur yang membentuk senyawa itu . Dalam penjumlahan perlu diperhatikan , bahwa massa atom relatif harus dikalikan dengan bilangan yang menunjukan jumlah atom-atomnya dalam molekul itu .
Jadi ,massa molekul relatif asam klorida (HCL) dihitung sebagai berikut :
                  Mr = 1.0080 + 35.453 = 36.4610
c. Berdasarkan rumus empiris kita dapat dengan mudah menghitung jumlah relatif unsur-unsur yang terdapat dalam senyawa atau komposisi presentase zat itu . Untuk perhitungan-perhitungan demikian , massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan harus digunakan . Jadi dalam asam klorida (HCL) ,jumlah relatif hidrogen dan klor adalah :
                 H : Cl = 1.0080 : 35.453 = 1.0000 : 35.172
dan karena massa molekul relatif asam klorida adalah 36.461 zat itu mengandung :
                 100 x 1.008 / 36.461 = 2.67 % H
                 100 x 35.453 / 36.461 = 97.24 % Cl
d. Jika rumus diketahui yang tentunya berarti bahwa massa molekul relatif tersedia , dapat kita hitung volume suatu zat berbentuk gas yang jumlahnya diketahui , pada suhu dan tekanan tertentu .Jika p adalah tekanan dalam atmosfer T adalah suhu mutlak dalam derajat kelvin ; M adalah massa molekul relatif zat dalam satuan g mol-1 dan m dalah bobot gas, dalam gram ; maka volume gas (v) adalah :
                 v = mRT / pM x l
dimana R adalah tetapan gas 0.0823 l atm K-1 mol-1 ( gas yang dimaksud dianggap gas ideal ) .

~Valensi dan Bilangan Oksidasi
    Untuk mengerti komposisi senyawa-senyawa dan struktur molekul-molekul, konsep valensi memainkan peranan penting . Untuk lebih mengerti marilah kita liat beberpa senyawa sederhana yang mengandung hidrogen , contohnya : hidrogen klorida (HCL) , hidrogen bromida (HBr) , hidrogen iodida (HI) . Dengan membanding-bandingkan rumus ini akan terlihat bahwa satu atom dari sebagian unsur ( Cl, Br, dan I ) akan mengikat satu atom hidrogen untuk membentuk suatu senyawa yang stabil sedang yang lainnya bergabung dengan dua atom (O,S) , tiga atom (N,P) dan bahkan empat atom (C,Si) . Jumlah ini yang menyatakan salah satu ciri khas kimia yang paling penting dari unsur itu , disebut valensi .
Maka dapat dikatakan bahwa klor , brom , dan iod adalah unsur-unsur monovalen . Oksigen dan belerang adalah unusr-unsur bivalen . Nitrogen dan fosfor merupakan unsur trivalen . Karbon dan silikon unsur tetravalen dan seterusnya . Hidrogen sendiri dalah unsur monovalen .
      Valensi suatu unsur dapat ditetapkan dari komposisi senyawanya dengan hidrogen . Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa valensi suatu unsur adalah bilangan yang menyatakan berapa banyak atom hidrogen atau atom-atom lain yang ekuivalen dengan hidrogen , dapat bersenyawa dengan satu atom dari unsur yang bersangkutan . Jika perlu valensi unsur itu ditandai dengan angka romawi dibelakang lambangnya , seperti Cl (I), Br (II) , N (III) .

~ Persamaan Kimia
     Hubungan -hubungan kualitatif dan kuantitatif yang terlibat dalam suatu reaksi kimia dapat dinyatakan paling tepat dalam bentuk persamaan kimia . Persamaan ini mengandung rumus dari zat-zat yang bereaksi pada sisi sebelah-kiri dan rumus dari hasil-hasil reaksinya pada sisi sebdelah-kanan . Bila menulis persamaan kimia ,hendaklah diperhatikan hal-hal dibawah ini :
a) Karena rumus dari spesi yang bereaksi berada disebelah kiri dan rumus dari hasil-hasil reaksinya ada disisi kanan , sisi-sisi ini umumnya tak dapat dipertukarkan satu sama lain .
b) Rumus masing-masing zat , yang dipakai dalam reaksi kimia , harus ditulis dengan benar .
c) Jika lebih dari satu molekul (atom atau ion ) dari zat yang sama terlibat dalam reaksi itu , suatu bilangan stoikiometri yang sesuai harus dituliskan dimuka rumusnya . Bilangan ini merupakan faktor kelipatan yang berlaku untuk semua atom dalam rumus itu .
d) Persamaan kimia harus ditulis sedemikian , sehingga memenuhi hukum kekekalan massa ,yang benar-benar berlaku untuk semua reaksi kimia. Persamaan harus setimbang dengan memakai bilangan-bilangan stoikiometri begitu rupa sehingga jumlah dari masing-masing atom adalah sama pada kedua sisi .
e) Jika partikel-partikel bermuatan (ion atau elektron ) terlibat dalam reaksi ,muatan ini harus ditunjukan dengan jelas seperti Fe3+ dan benar-benar harus setimbang : jumlah muatan pada sisi kiri harus sama dengan jumlah muatan pada sisi kanan .

identifikasi buku
~isi buku : bab 1 tentang dasar-dasar teoritis analisis kualitatif bagian A yaitu rumus kimia dan persamaan kimia
~halaman buku : halaman 1 sampai 6


~judul buku : vogel ( buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semimikro )
edisi ke lima
~judul asli buku : textbook of macro and semimikro qualitatif inorganic analysis


~direvisi oleh : G. Svehla, Ph.D.,D.Sc.,F.R.I.C.
                        Universitas Queen, Belfast 


~diterjemahkan oleh : Ir. L. Setiono
                                    Dr. A. Hadyana Pudjaatmaka

~penyunting : Dr. A. Hadyana P.
                       dr. E. Nugroho

~penerbit : PT. Kalma Media Pusaka , Jakarta
                  cetakan petama : April 1985
                  cetakan kedua   : Maret 1990




selamat membaca :)

                  

Microsoft Excel

Cara Membuat Grafik pada Microsoft Excel

Berikut ini akan ditampilkan bagaimana cara membuat grafik dengan menggunakan Microsoft excel, merubah data menjadi sebuah grafik, memilih model grafik, seperti grafik batang, grafik lingkaran.
Dalam contoh cara pembuatan grafik ini menggunakan Microsoft excel versi 2003,

1. Langkah yang paling awal tentunya adalah membuka program Microsoft excel, klik start, all program,
Microsoft office, Microsoft excel.
2. Siapkan sebuah data sederhana saja, untuk kamu sajikan menjadi grafik
3. Setelah kamu membuat data sederhana, blok lah seluruh data dalam tabel tersebut.

4. setelah kamu blok data dalam tabel tersebut, klik menu insert, Chart
5. setelah kamu klik menu Chart, maka nanti akan muncul jendel Chart Wizard seperti gambar di bawah ini

6. setelah muncul jendela seperti di atas, maka kamu tinggal pilih model grafik yang kamu inginkan, pada kolom Chart tipe (Jenis Grafik) sudah tersedia banyak pilihan, mau pilih grafik kolom, yang contohnya seperti  gambar di atas, atau grafik Bar, atau grafik garis, atapun grafik lingkaran dan lain-lain.
Dalam contoh pembuatan grafik ini kita pilih saja Chart TIpe Column dan Chart Sub-type yang bermodel dua dimensi
7. Setelah itu, kamu klik next nanti akan muncul seperti gambar di bawah ini

Gambar jendela diatas adalah chart wizard pada tahap kedua, pada Series in pada pilihan columns maka grafik akan tapil renggang, tapi jika dalam pilihan Rows maka grafik akan tampak menepel seperti gambar di bawah ini


Dalam contoh ini kita pakai saja pada pilihan columns, kemudian klik Next

8. setelah kamu klik next maka akan tampil jendela seperti di bawah ini
Kolom Chart Title adalah untuk mengisi Judul Grafik kamu, Category X axis adalah untuk mengisi keterangan pada garis horizontal (dalam hal ini adalah bulan), sedangkan kategori Value (Y) axis untuk mengisi keterangan pada garis vertical (dalam hal ini adalah isian angka nya)

Sebagai contoh kita isi saja judulnya adalah “GRAFIK PERKEMBANGAN PENGUNJUNG” sedangkan category X kita isi “BULAN” dan value Y adalah “JUMLAH”

Sehingga hasilnya seperti ini :
 9. setelah diisi semuanya kemudian klik tombol next, maka nanti akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini.
Klik tombol finish, grafik kamu sudah jadi . gampang kan :) untuk pengeditan , itu sesuai keinginan kalian . selamat mencoba ya :)   





Rabu, 11 Januari 2012

Microsoft Word

PEMANFAATAN HEADER, FOOTER, FOOTNOTE, ENDNOTE
Header, Footer biasanya digunakan untuk menaruh nomor halaman, catatan kecil, label,
logo, keterangan. Sedang Footnote digunakan untuk menjelaskan sesuatu paragraph atau kata.
Sesuatu yang diletakan di bagian header & footer akan selalu nampak di setiap halaman.
Sedangkan footnote akan nampak pada halaman itu saja dan endnote pada halaman terakhir dari
sebuah dokumen.
Header terletak di bagian atas setiap halaman dokumen, footer di bagian bawah setiap
dokumen, footnote dan endnote di bagian bawah pada halaman footnote & endnote.)
ilustrasinya yaitu :
  
Teman-teman pada header dan footer yang paling penting untuk diketahui adalah tentang penomoran halaman. Ilustrasinya nanti ada pada pembahasan berikut ini. Sekarang kita bermain dengan beberapa implementasi header, footer, footnote,endnote.
Pertama. TENTANG NOMOR HALAMAN
1. Membuat nomor halaman pada dokumen
   1. Pada Insert tab, Header & Footer, klik Page Number.
Caranya adalah :
   2. Pilih letak nomor halaman:
     o Top of Page, untuk menempatkan nomor halaman di bagian atas (header).
     o Bottom of Page, untuk menempatkan nomor halaman di bagian bawah (footer).
     o Page Margins, untuk menempatkan nomor halaman di dekat marjin halaman.
     o Current Position, untuk menempatkan nomor halaman di posisi kursor.
   3. Klik bentuk nomor halaman yang diinginkan dari galeri.
   4. Tutup header/footer dengan mengklik ganda pada area dokumen atau klik tombol Close
       Header and Footer sebelah kanan.



2. Merubah Format Nomor Halaman
Merubah format halaman maksudnya adalah jika yang tadinya halamannya
menggunakan angka 1,2,3 dst., kita ganti dengan format yang bentuknya huruf seperti i, ii,iii,
dsb.

Caranya adalah:
1. Pada Insert tab, Header & Footer, klik Page Number.
2. Pilih Format Page Numbers, muncul kotak dialog sbb:

3. Pada kotak dialog PageNumber Format, bagian Number format, klik tanda panah dan
pilih gaya penomoran yang diinginkan.
4. Klik OK.



3. Merubah Penomoran Halaman
Merubah nomor halaman maksudnya adalah jika tadinya halaman mulai dari 1 dan ingin
diubah halamannya mulai dari 2 atau 3 atau 4.
Caranya adalah:
1. Pada Insert tab, Header & Footer, klik Page Number.
2. Pilih Format Page Numbers, muncul kotak dialog sbb:

3. Pada kotak dialog PageNumber Format, bagian Page numbering, klik tanda panah ke
atas atau kebawah untuk menentukan nomor halaman awal dari dokumen.
4. Klik OK.
Penjelasan tambahan :
Pada kotak dialog PageNumber Format, bagian Page numbering 

~Continue from previous section, artinya melanjutkan nomor halaman dari section
sebelumnya.
~Start at dan isi nomor pada kotak di sampingnya, artinya memulai penomoran dari nomor
tertentu.



4. Merubah Jenis dan Ukuran Font Nomor Halaman
Caranya adalah:
1. Klik ganda pada header/footer tempat nomor halaman berada untuk memunculkan
Header & Footer Tools.
2. Pilih/sorot nomor halaman.
3. Pada toolbar font yang diinginkan.

 
5. Membuat Letak Nomor Halaman Yang Berbeda Di Halaman Ganjil Dan Genap
    ilustrasinya adalah : 
FanFix 1
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
2 FanFix
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
---- ----- ---- ---
Seperti contoh di atas, halaman ganjil memiliki nomor halaman di sebelah kanan,
halaman genap, nomor halaman di sebelah kiri.
Caranya adalah :

1. Klik ganda pada header/footer tempat nomor halaman berada untuk memunculkan
Header & Footer Tools.
2. Pada Design tab, grup Options, centang kotak Different Odd & Even Pages.

 
3. Pada halaman ganjil, buat nomor halaman di sebelah kanan.
4. Kemudian pindah ke halaman genap, dan buat nomor halaman dengan posisi di sebelah
kiri.
5. Selanjutnya setiap kita menambah halaman baru, maka posisi nomor halaman akan
mengikuti format yang telah dibuat.



MENGOLAH FOOTNOTE DAN ENDNOTE
Footnote & Endnote digunakan sebagai catatan-catatan, komentar, penjelasan, referensi atas suatu tulisan dalam sebuah dokumen. Footnote biasanya di tengeri/ditandai dengan angka yang di superscript-kan. Endnote biasa ditengeri/ditandai dengan angka romawi kecil. Penanda ini dapat saja diubah sesuai keinginan
kita. Footnote akan diletakkan di halaman dimana penanda footnote berada. Bisa di bawah halaman bisa juga langsung ditengah-tengah halaman setelah penanda footnote. Endnote diletakan diakhir dokumen atau di akhir sebuah section .

1. Menyisipkan Footnote dan Endnote
Caranya adalah :
1. Letakkan kursor di bagian yang ingin disisipkan footnote/endnote.
2. Pilih References tab, Footnotes group, klik Insert Footnote (untuk membuat catatan
kaki) atau Insert Endnote (untuk membuat catatan akhir).

3. Sekarang kursor akan berpindah pada bagian untuk mengetik isi footnote/endnote.
Catatan: Secara default, MS Word akan menempatkan isi Footnote di akhir halaman
sedangkan isi Endnote di akhir dokumen.
4. Untuk merubah format footnote/endnote, klik tanda Dialog Box Launcher pada
Footnotes group, kemudian akan tampil layar dialog Footnote & Endnote sbb:

penjelasan gamar diatas adalah sbb :
1. Bagian Location.
    Untuk mengaktifkan kolom Footnote atau Endnote klik button-nya
    1.1. Kolom Footnotes, berisi :
          
           • Bottom of page, diletakkan dibawah halaman. (default)
           • Bellow text, diletakkan setelah penanda footnote.
    1.2. Kolom Endnotes, berisi :
           • End of section, diletakkan pada akhir section
           • End of document, diletakkan pada akhir dokumen (default)
  
    1.3. Tombol Convert (pilih dengan meng-klik buttonnya) berisi :
          • Convert all footnote to endnote, mengubah semua footnote yang ada menjadi endnote
          • Convert all endnote to footnote, mengubah semua endnote yang ada menjadi footnote
          • Swap all endnote and footnote, menukar semua yang tadinya endnote menjadi footnote,

            yang tadinya footnote menjadi endnote.
2. Bagian Format.
    2.1. Number format, mengubah bentuk penanda seperti pilihan yang ada.
    2.2. Custom mark, mengubah bentuk penanda sendiri.
    2.3. Tombol Symbol, mengubah bentuk penanda dari font symbol.

    2.4. Start at, mengubah awal penomoran footnote atau endnote.
    2.5. Numbering, berisi :
           • Continuous, penomoran meneruskan dari yang sudah ada.
           • Restart each section, penomoran diulang untuk setiap section.
           • Restart each page, penomoran diulang untuk setiap halaman.
3. Bagian Apply changes, mengubah untuk semua dokumen.
5. Kalau sudah klik Apply untuk mengganti formatnya.
6. Untuk menambah footnote/endnote lain dengan nomor berurutan, klik pada bagian
dokumen yang akan diberi tanda footnote/endnote dan tekan:

      1. CTRL+ALT+F untuk footnote.
      2. CTRL+ALT+D untuk endnote.

2. Menghapus Footnote dan Endnote
Caranya adalah :
  1. Pilih tanda footnote/endnote dalam dokumen yang akan dihapus.
  2. Tekan tombol DELETE.
  3. Membuat Keterangan untuk Footnote dan Endnote yang Panjang
Bila footnote/endnote terlalu panjang, maka akan disambung pada halaman berikutnya. Untuk
itu kita bisa membuat keterangan agar pembaca tahu bahwa footnote/endnote ini bersambung
ke halaman berikutnya.
Caranya adalah :

1. Pilih Draft view.

2. Pada References tab, Footnotes group, klik Show Notes.
3. Jika dokumen memiliki footnote dan endnote, akan muncul sebuah pesan. Pilih View
footnote area (untuk melihat catatan kaki) atau View endnote area (untuk melihat
catatan akhir), dan kemudian klik OK.
4. Pada daftar note pane, klik Footnote Continuation Notice (untuk membuat keterangan di
catatan kaki) atau Endnote Continuation Notice (untuk membuat keterangan di catatan akhir).



 
5. Kemudian ketik teks untuk keterangan, misalnya …bersambung ke halaman berikutnya.
6. Beri format yang diinginkan, misalnya mengganti tipe font atau membuat cetak miring.
7. Kembali ke Print Layout dan perhatikan di baris terakhir footnote/endnote sudah muncul keterangan yang diketik tadi.
8. Untuk mengedit keterangan yang dibuat, ulangi langkah 1-4 dan buat perubahan yang diinginkan.